Rabu, 20 Agustus 2014

Tips Foto Senja


Banyak trik atau cara akal-akalan untuk Belajar Fotografi, terutama menghasilkan foto senja dengan langit kemerahannya yang baik dan menarik. Salah satunya adalah menggunakan filter warna.

Penggunaan filter warna (oranye) untuk menampilkan suasana senja secara umum yang berwarna kemerahan memang menjadi suatu acuan yang tepat. Namun demikian jika kita tidak tepat menggunakannya hanya akan menjadi kurang baik.

Untuk suatu akal-akalan menghasilkan foto senja atau foto yang bernuasa senja sangat di era digital memang mudah dilakukan. Karena dengan kemera digital yang proses kelanjutannya menggunakan kamera sebagai pengolah atau kamar gelapnya, jika dikehendaki dapat membuat foto senja kemerahan dengan suatu suasana yang tidak merah atau difoto pada saat tidak senja juga dapat dengan mudah menggunakan Adobe Photoshop.

Namun demikian bagi pemotret atau baru belajar fotografi dalam arti sesungguhnya, pasti tak akan cukup terpuaskan bila untuk mendapatkan suatu foto senja harus melakukan pemotretan dengan akal-akalan seperti dengan menggunakan olahan Adobe Photoshop. Karenanya itu akal-akalan yang dilakukan adalah sebatas melakukan tindakan braketing pada saat memotret.

Seberapa jauh seorang pemotret menginginkan suatu foto dalam suasanan senja, terpulang dari kebutuhan dan hasil apa yang hendak dicapai. Karena bila berbicara mengenai akal-akalan atau trik dijaman belaja fotografi digital seperti sekarang ini untuk menghasilkan sebuah foto senja yang baik dan menarik sudah bukan persoalan.

Selebihnya terpulang pada pemotret dalam Belajar Fotografi, dengan cara apa menghasilkan foto-foto senja yang baik. Apakah dengan memotretnya menunggu saat betul-betul mataharai telah memerah atau merekayasa pemotretan dengan memberikan filter warna senja. Demikian beberapa hal atau cara yang dapat ditempuh untuk memotret suasana senja agar menghasilkan foto yang indah sesuai keindahan alam yang terpancar dan terlihat indah pula oleh mata.

Teknik foto makro



Sekarang ini fotografi menjadi hoby yang sudah menghipnotis banyak manusia dibumi ini, terbukti dengan banyaknya komunitas-komunitas dan karya-karya yang fantastik yag di sulap oleh para fotografer menjadi karya yang luar biasa. Salah satunya adalah foto Makro, Foto Makro mengambil objek yang keci seperti binatang kecil atau obyek kecil lainnya untuk mengeksplorasi detil dan tektur yang tidak nampang jelas secara kasat mata.

Dalam kenyataannya peralatan yang dibutuhkan sangatlah mahal untuk kalangan pemula, disini saya akan berbagi mengenai cara sederhana untuk  meenghasilkan foto makro dengan menggunakan kamera DSLR.

Alat yang diperlukan sebelum berburu :

1. Kamera

DSLR adalah singkatan dari Digital Single-Lens Reflex. Kamera DSLR artinya kamera digital yang menggunakan refreksi lensa tunggal. Guna mengintip objek yang akan difoto.

2.Macro Extension Tube.

Extension Tube merupakan alat tambahan yang murah & efektif untuk foto macro. Prinsip dasar alat ini adalah menjauhkan jarak lensa dari kamera,Alat ini dapat meningkatkan pembesaran tergantung dari berapa kali pembesaran dan berapa banyak alat ini terpasang pada sebuah kamera.

3. Built Body Flash


Yakni membangun flash untuk makro, Mungkin alat ini yg paling terjangkau dan sangat Variatif. Biasanya menggunakan kardus bekas pasta gigi dan didalamnya dilapisi oleh alumunium foil dan diujung depannya diberi diffuser. gunaya  Para peminat menggunakan berbagai macam alat yg ada disekitar kita mulai dari kardus bekas odol sampai botol bekas minuman susu anak2, yg didalamnya dilapisi alumunium foil agar cahaya yang dihasilkan baik, agar cahaya tepat sasaran,dan di beri diffuser didepanya.

Tips Menghasilkan Foto yang Menarik


  • Pegang kamera dengan mantap
  • Saat menekan tombol shutter tahan nafas anda supaya tak terjadi gerakan
  • Ambil posisi sinar dibelakang Anda
  • Mencoba mendekat pada objek – kesederhanaan
  • lPilih format foto. Format Vertikal: kesan ketinggian (gedung bertingkat, langit), Format Horizontal: kesan bidang luas (pemandangan gunung).
  • Masukkan objek Human ke dalam gambar: foto pemandangan menjadi lebih baik karena objek manusia memperteguh pemandangan tersebut.
  • Buatlah variasi: ambillah gambar dari berbagai sudut, gunakan teknik close up, wide angle, pada cuaca yang berbeda-beda
  • Tambahkan kedalaman dan gunakan proporsi
Batas jepretan/ shutter count camera for canon

Berikut Batas Maksimum Jepretan kamera Canon Untuk semua model EOS :

Model - Rated Shutter Life
Canon EOS Digital Rebel XS / 1000D - 100,000
Canon EOS Digital Rebel T1i / 500D - 100,000
Canon EOS Digital Rebel XSi / 450D - 100,000
Canon EOS Digital Rebel XTi / 400D - 50,000
Canon EOS Digital Rebel XT / 350D - 50,000
Canon EOS 50D - 100,000
Canon EOS 40D - 100,000
Canon EOS 30D - 100,000
Canon EOS 20D - 50,000
Canon EOS 5D Mark II - 150,000
Canon EOS 5D - 100,000
Canon EOS 1D Mark III - 300,000
Canon EOS 1D Mark II N - 200,000
Canon EOS 1DS Mark III - 300,000
Canon EOS 1DS Mark II - 200,000

TIPS DAN INFO FOTOGRAFI


Pencahayaan
Pengaturan pencahayaan merupakan kunci keberhasilan untuk mendapatkan hasil gambar yang menarik. Pengaturan pencahayaan ini sangat berkaitan dengan pengaturan diafragma (aperture) dan kecepatan (shutter speed) serta ISO, Tiga segitiga emas ini adalah yang terpenting dalam fotografi. Setiap Obyek harus memiliki atau dilingkupi cahaya agar dapat diambil gambarnya. Contoh berbagai macam tipe cahaya pada obyek foto
  • Front Lighting, Cahaya berasal dari arah depan obyek, sejajar dengan kamera
  • Side Lighting, Cahaya berasal dari arah samping obyek
  • Back Lighting, Sumber cahaya membelakangi obyek, cahaya menghadap ke arah kamera
  • Hair Lighting, Sumber cahaya tepat diatas obyek foto
Komposisi
Komposisi merupakan susunan dari berbagai obyek dalam gambar sehingga kehadirannya dapat membangun atau mengacaukan sebuah gambar. Sebelum mengambil gambar, pandanglah sebuah obyek dari berbagai sudut rendah/tinggi, jauh/dekat, berkelilinglah mengitari obyek agar menemukan kompisisi yang diinginkan. Komposisi merupakan perpaduan antara posisiproporsigaris, dan lainnya.
  • Posisi, Mengatur peletakan dari suatu objek baik melalui pengaturan fasilitas kamera, sudut pandang, dan pengaturan dari objek.
  • Proporsi, Ketika Anda akan mengambil suatu gambar, cobalah melihat sekeliling objek itu dan tentukan pula tujuan atau pesan yang Anda inginkan saat Anda mengambil gambar tersebut.
  • Garis, mengarahkan mata pada suatu titik pandang tertentu. Garis yang bergelombang dan melengkung memberikan kesan ketenangan, garis tebal dan lurus serta diagonal memberikan kesan dinamis dan memperkuat gambar.
  • Bentuk, menonjolkan bentuk satu sisi dengan penerangan muka, sedangkan untuk penampilan pola pencahayaan belakang lebih baik.
  • Peletakan Posisi Objek, objek yang ditempatkan tidak ditengah lebih menarik daripada objek diletakkan ditengah.
  • Diagonal yang Dinamis, menampilkan kesan gerakan dan menampilkan kedalaman.
  • Kesederhanaan, meniadakan objek yang tidak perlu, latar belakang yang bersih, akan membuat gambar tampak menarik
Sudut Pandang
Pengambilan sudut pandang pada suatu objek foto bisa memberikan kesan yang berbeda-beda.
  • Bird Eye View, Sudut pandang pada posisi atas. Menampilkan pola serta detail dari objek jika objek sedang beraktivitas.
  • Frog Eye View, Sudut pandang dari posisi bawah menampilkan kesan objek menjadi lebih tinggi dan lebih besar.
  • Straight Eye View, Sudut pandang lurus dengan objek yang akan dipotret. Objek direkam secara natural dan apa adanya, tanpa distrosi.
Kontras yang Tajam
Kontras akan membuat objek terpisah dari latar belakangnya dan Foto akan lebih kuat dengan objek utama yang lebih menonjol dari latar belakang.